BOYOLALI, diswaysolo.id – Warga Desa Selo, Kecamatan Selo melakukan tradisi budaya, yaitu Ritual Memetri Tuk Babon. Agenda tahunan tersebut dilakukan untuk memohon berkah dari sumber mata air Tuk Babon pada tanggal 14 bulan Sapar Jawa.
Warga melakukan ritual tersebut diawali dengan arak-arakan sesaji menyusuri jalan Desa Selo dibawa ke Tuk Babon yang berjarak tiga kilometer.
Ulu-ulu (Juru Kunci) Tuk Babon Kasno Semiaji menjelaskan, Tuk Babon adalah sumber mata air yang terletak di lereng Merbabu. Tuk itu diyakini warga sekitar sebagai mata air abadi yang tidak pernah habis, meski musim kemarau. Dimana Tuk Babon mampu mencukupi kebutuhan air untuk masyarakat khususnya Desa Selo, Samiran, Lencoh dan Suroteleng.
Dia menjelaskan, ritual tersebut bertujuan untuk memohon berkah dari Tuhan agar air dari Tuk Babon iki akan selalu abadi dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga ke generasi selanjutnya.
“Tujuan satu, keabadian air tetap dicukupi oleh Allah SWT beserta para-para punggawa nanti bisa melestarikan budaya yang satu kali jangan sampai ditinggalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali Supana mengatakan, Tuk Babon ini merupakan mata air terbesar di Kecamatan Selo.
Pihaknya mengungkapkan, ritual ini harus terus dilestarikan karena merupakan salah satu kekayaan budaya yang ada di Kabupaten Boyolali.
”Bagi kami, karena ini adalah sebuah prosesi nilai tradisi pasti akan kita pelihara. Ini bagian dari kebudayaan, bagian dari prosesi masyarakat yang sama-sama harus kita lestarikan, yang harus kita abadikan. Ini adalah sebuah cara masyarakat untuk mendekatkan diri pada Allah dengan melakukan kegiatan ritual di Tuk Babon ini,” katanya.